Hasil SkorCek Skor Prediksi SkorLiga Champions¬†–¬†Pelatih Liverpool Brendan Rodgers mengatakan, gelandang Real Madrid Cristiano Ronaldo boleh jadi merupakan pemain terbaik di dunia.namun Liverpool Sudah punya Taktik tersendiri untuk Ronaldo.ronaldo

Meski begitu, menurut Rodgers, pemain-pemainnya harus memperhatikan pemain Madrid yang lain, ketika kedua kubu bertemu di pentas Liga Champions, di Santiago Bernabeu, Selasa (4/10).

Ronaldo merupakan mesin gol utama Los Blancos sejauh musim ini telah berjalan. Di pentas La Liga, ia telah mencetak 17 gol dan tiga assist dalam sembilan penampilan. Sementara di Liga Champions, pemain asal Portugal itu telah mencetak tiga gol dan satu assist dalam empat penampilan.

Satu gol Ronaldo di Liga Champions itu diciptakan pada laga melawan Liverpool, di Anfield, 22 Oktober 2014, yang berakhir 3-0. Mengingat Ronaldo tak pernah absen mencetak gol untuk Madrid sejak 25 Agustus 2014, ia jelas menjadi ancaman bagi Liverpool pada pertandingan Selasa (4/10/2014).

“Kami akan melawan sebuah tim. Cristiano Ronaldo boleh jadi merupakan pemain terbaik di dunia. Ia impresif dalam beberapa tahun terakhir dan saat ini, ia bermain dengan kepercayaan diri dan antusiasme tinggi,” ujar Rodgers.

“Ia sendiri yang akan menyatakan bahwa ia adalah pemain kunci Madrid. Madrid memiliki Isco, Karim Benzema, Luka Modric, Toni Kroos, dan pemain lain. Mereka memiliki tim yang kuat. Cristiano Ronaldo adalah katalis Madrid. Kami akan bekerja keras menghentikan (Ronaldo),” tambah Rodgers.

Menghadapi juara bertahan untuk kedua kalinya musim ini, Liverpool masih berada dalam kondisi belum stabil. Mereka akan menyambangi Santiago Bernabeu dengan rekor tak pernah menang dan tak pernah mencetak gol dalam dua laga terakhir di Premier League.

Sejumlah kalangan menilai masalah Liverpool berada pada penyerang Mario Balotelli, yang baru mencetak dua gol sejak didatangkan dari AC Milan pada Agustus 2014, yaitu pada pertandingan Liga Champions melawan Ludogorets pada 16 September 2014 dan pada pertandingan Piala Liga melawan Swansea City pada 28 Oktober 2014.

“Saya masih belajar, seperti halnya pemain-pemain yang baru bergabung. Saya tak ingin bicara soal memberikan pemain waktu menyesuaikan diri. Kami harus melupakan kritik. Sekarang, kami punya lebih banyak pertandingan dan waktu yang lebih sedikit. Kami akan kembali dengan intensitas itu, yang merupakan faktor utama. Kami harus bermain dengan intensif, tak hanya soal melakukan pressing, tetapi juga dalam hal umpan,” tutur Rodgers. –