Hasil Skor – Cek Skor – Prediksi Skor – Liga Indonesia – Sepanjang sejarah Piala AFF, Indonesia belum pernah satu kali pun kalah dari Filipina. Bahkan Indonesia pernah menang amat telak atas The Azkals –kendati skor telak itu diyakini tidak akan terjadi lagi.

Indonesia pertama kali bertemu dengan Filipina pada Piala AFF 1998. Ketika itu, kedua tim tergabung di Grup A bersama dengan Myanmar dan Thailand. Pada pertemuan pertama ini, Indonesia sukses meraih kemenangan.

Bertanding di Ho Chi Minh City, Vietnam, tiga gol dari Widodo C. Putro, Bima Sakti, dan Uston Nawawi mengantarkan Indonesia menang 3-0 atas Filipina. ‘Tim Garuda’ kemudian lolos ke semifinal sebagai runner-up –yang diwarnai kasus ‘sepakbola gajah’ pada laga terakhir grup melawan Thailand– , sementara Filipina gugur lantaran hanya menempati urutan keempat di grup tanpa pernah menang.

Kemenangan di Ho Chi Minh City itu menjadi awal dari dominasi Indonesia atas Filipina. Pada pertemuan-pertemuan selanjutnya, Indonesia selalu sukses menggulung Filipina.

Pada pertemuan kedua, yakni pada Piala AFF 2000, kedua tim lagi-lagi berada satu grup dengan Thailand dan Myanmar. Skor pertemuan Indonesia dan Filipina pada laga di fase grup kali ini pun sama seperti dua tahun sebelumnya: 3-0. Waktu itu, ketiga gol Indonesia diciptakan oleh Aji Santoso, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Eko Purjianto.

Dua tahun berselang, Indonesia dan Filipina kembali berada dalam satu grup dan kali ini tergabung bersama dengan Myanmar, Kamboja, dan Vietnam. Di sinilah skor yang amat telak itu tercipta.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia melumat habis Filipina. Bambang Pamungkas dan Zaenal Arif masing-masing mencetak empat gol, ‘Bejo’ Sugiantoro menyumbang dua gol, sementara Budi Sudarsono, Imran Nahumarury, dan satu gol bunuh diri dari Salomon Licuanan membuat Indonesia mencetak 13 gol ke gawang Filipina. Azkals hanya mampu mencetak satu gol lewat Ali Go dan laga berakhir dengan skor 13-1 buat kemenangan Indonesia

Filipina akhirnya jadi penggembira lagi. Pada perhelatan Piala AFF 2002 tersebut, mereka lagi-lagi gagal meraih kemenangan sama sekali di fase grup. Buat negara yang sepakbola-nya kalah tenar ketimbang basket, status Filipina sebagai penggembira dianggap “wajar”.

Tapi, delapan tahun berselang, Filipina tampil dengan wajah berbeda. Pada Piala AFF 2010, dengan dipimpin oleh Simon McMenemy Filipina terjun dengan beberapa pemain naturalisasi. Dari yang tadinya hanya tim penggembira, Filipina naik level sebagai ‘tim kuda hitam’ di perhelatan empat tahun lalu tersebut.

Berada satu grup dengan Vietnam, Singapura, dan Myanmar, Filipina meraih satu kemenangan –atas Vietnam– dan meraih dua hasil imbang –dengan Singapura dan Myanmar. Mereka kemudian lolos ke semifinal dengan status runner-up grup mendampingi Vietnam. Di babak semifinal, Filipina bertemu dengan Indonesia.

Filipina yang dihadapi Indonesia ketika itu bukan lagi Filipina yang dilumat 13-1. Terbukti, dalam dua leg semifinal –yang semuanya berlangsung di GBK, Jakarta–, Filipina tampil cukup menyulitkan Indonesia.

Kendati demikian, tetap saja Indonesia keluar sebagai pemenang pada dua laga tersebut. Setelah menang 1-0 di leg pertama, Indonesia kembali menang dengan skor yang sama pada leg kedua. Kedua gol Indonesia pada dua leg tersebut diciptakan oleh Cristian Gonzales.

Selasa (25/11), kedua tim akan bertemu di My Dinh National Stadium, Hanoi. Menarik dinantikan apakah Indonesia bisa melanjutkan dominasi mereka atas Filipina atau tidak.