Hasil SkorCek SkorPrediksi SkorInternasional – Joachim Loew punya modal bagus untuk dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2014. Namun, para rivalnya untuk penghargaan tersebut juga punya catatan yang tak kalah bagus.
loew

Andai Loew dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2014, tentu itu tidak mengherankan. Loew sukses menyempurnakan apa yang sudah dibangun sejak lama oleh Jerman.

Usai mengalahkan Argentina 1-0 di final Piala Dunia 2014, Jerman tampil sebagai juara dunia. Mereka akhirnya merasakan gelar juara setelah nyaris menjadi juara atau nyaris mencapai final pada Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.

Buat Loew sendiri, gelar tersebut mengakhiri serangkaian nyaris tersebut sebagai pelatih. Jerman menyusun kejayaan yang mereka raih di Brasil dari jauh-jauh hari. Jadi semifinalis sejak Piala Dunia 2006 adalah tanda-tandanya.

Kata Loew, sejak saat itulah revolusi mereka dijalankan. Bibit-bibit mulai disebar dan kini mereka sudah bisa memetik hasilnya dengan senyum puas.

Banyak pemain ketika Jerman menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2009 jadi tulang punggung tim kini; Sami Khedira, Hummels, Neuer, Jerome Boateng, Oezil, hingga Benedikt Howedes.

Loew menilai, Jerman masih bisa mendominasi untuk satu dekade ke depan. Namun, untuk bisa melakukannya, dia menilai bahwa Jerman harus terus memperbarui diri.

“Untuk bisa terus seperti ini, kami harys berubah. Betul, kami bisa melaju sejauh itu, tapi kami harus terus memperbarui diri. Kami terus berusaha membuat rencana besar untuk 2015 dan 2016.” ucap Loew.

Loew bersaing dengan pelatih-pelatih semodel Carlo Ancelotti dan Diego Simeone untuk meraih gelar Pelatih Terbaik Dunia 2014. Ancelotti mendobrak di tahun 2014 dengan raihan gelar Liga Champions 2014.

Dengan gelar tersebut, Ancelotti memberikan Real Madrid sesuatu yang sudah lama mereka inginkan: gelar ke-10 Liga Champions alias La Decima.

Sementara itu, Simeone sukses menggoyahkan dominasi Madrid dan Barcelona di La Liga dengan membawa Atletico Madrid menjadi juara. Dia juga sukses mengantarkan Atleti ke final Liga Champions dengan menyingkirkan AC Milan, Barcelona, dan Chelsea, meski akhirnya kalah dari Madrid.

Selain Ancelotti dan Simeone masih ada pula pelatih Amerika Serikat, Juergen Klinsmann. Klinsi sukses membuat Amerika Serikat tampil bagus di Piala Dunia 2014 dan membantu menyebarkan animo ke masyarakat AS yang mayoritas tidak menggemari soccer.

Ada pula Manuel Pellegrini yang sukses membawa Manchester City menjuarai Premier League dan menjadi pelatih pertama dari Amerika Latin yang mampu menjuarai Premier League, serta Antonio Conte yang membawa Juventus sekali lagi merajai Serie A.