Piala Dunai 2014NewsHasil Skor  Falcao, Kolombia memiliki salah satu lini depan paling berbahaya sebagaimana mereka ingin mencuri perhatian di Piala Dunia 2014 Falcao sendiri bukanlah aset terbesar negara tersebut.
Berbicara tentang Pekerman – sosok yang menangani Kolombia sejak Januari 2012 – Valderrama mengatakan bahwa mantan bos Argentina itu telah berhasil menanamkan rasa kepercayaan pada diri pemainnya.

Kolombia untuk sementara tertinggal tiga poin di belakang sang pemuncak Argentina di babak kualifikasi, dengan sebuah laga tersisa.
Dan mantan gelandang karismatik itu meyakini bahwa tim asal Amerika Selatan ini berada di jalur untuk tampil lebih baik di Piala Dunia, yang mana pada 1990 mereka mencapai babak sistem gugur sebelum dikalahkan Kamerun.

“Hal itu bekerja dengan baik karena Pekerman datang dan menekankan pesannya,” tambah Valderrama.
“Pesannya adalah untuk mengharapkan sebuah hasil. Dia mengubah mental dari tim ini dan kami sangat dekat dengan Piala Dunia lagi.”
Selama karir bermainnya, mantan kapten Montpellier dan Real Valladolid itu – yang terkenal lantaran gaya rambutnya – pernah mencicipi berbagai momen, terutama ajang Piala Dunia ’90 yang sangat berarti untuknya.
“Itu adalah salah satu yang paling saya nikmati karena itu adalah pengalaman internasional pertama saya sebagai sebuah tim nasional,” tambahnya.
“Kami tenang dan memiliki karakter guna menunjukkan seperti apa persepakbolaan Kolombia itu, dan kami berhasil lolos dari putaran pertama. Di 1994 dan 1998, kami gagal lolos ke babak berikutnya namun saya menikmati kesemuanya.
“Favorit saya sendiri adalah yang pertama karena kami mencapai putaran kedua.”
Visi dan kontrol menjadi aset utama dalam performa Valderrama, sebagaimana ia mampu tenang selama ditekan dan tetap mempertahankan penguasaan.

Dia sungguh dikenal, namun jarang ada gol internasional bagi Kolombia di laga pembuka Italia ’90 saat bertemu Uni Emirat Arab, sebagaimana ia mencetak gol dalam kemenangan 2-0.
“Hari itu Carlo Mario Hoyos, seorang rekan dari Deportivo Cali, datang dan saya katakan padanya bahwa saya akan mencetak gol,” terang Valderrama. “saya hanya bermaksud bercanda dan kemudian saya memiliki kesempatan dan mencetak gol untuk skor 2-0.
“Hal itu sulit dilupakan karena saya tidak terbiasa melakukannya dan kini itu adalah bagian dari sejarah sepakbola kami, dan setiap kali saya melihatnya saya langsung terkenang.
“Hal itu juga spesial buat saya karena saya berada di sejarah sepakbola Kolombia untuk sesuatu yang tidak biasa.”